Sunday, February 12, 2006

Makan siang

Teriknya panas disiang itu mungkin membuat kita enggan untuk berjalan keluar dari rumah.Lebih adem dan nyaman untuk duduk dan beridam di dalam rumah saja sambil nonton tv dan minum teh obeng. Tapi karena perut sudah sedemikian laparnya maka saya pergi juga makan ke sebuah rumah makan padang (maklum anak kos...). Walaupun cuaca tidak bersahabat dengan malas2an saya hidupkan juga mesin motor sambil meringis kepanasan...."alamak panasnya dunia ini" (salah sendiri sih...kemarin pas musim hujan minta panas, sekarang pas sudah panas minta hujan....memang manusia tidak pandai bersyukur). Disaat sedang makan, ada seorang bapak2 penjaja maenan keliling dgn gerobaknya yg juga makan tak jauh beberapa meja dari saya. Sekilas saya perhatikan wajah bapak yg mungkin usianya mungkin sebaya dgn bapak saya. Dari wajahnya terlihat bahwa ia sudah begitu lelah dan kehausan setelah membawa gerobaknya melewati beberapa kompleks perumahan.Entah sudah berap jauh ia berjalan dan entah sudah berapa kompleks perumahan yang ia lewati...(pasti capekkkkk sekaaallllliiii...). Tidak terbayangkan kalau seandainya bapak itu adalah orang tua saya sendiri..

Didalam hati saya berniat untuk membayarkan makan siang bapak tersebut (kasian aja ngeliat bapak itu...mungkin dagangannya blom ada yg laku...atau kalaupun sdh laku mungkin hanya cukup untuk hari ini saja)...tetapi bapak tersebut telah selesai lebih dahulu daripada saya dan ia langsung membayar makannya di kasir. Sekilas saya perhatikan ia mengeluarkan beberapa lembar ribuan dari dalam kantongnya dan memang hanya uang dengan nominal ribuan saja yg ada di dalam genggamnya (bandingkan dengan dompet kita yg dijejali dgn uang pecahan 50 ribuan dan 100-ribuan)..mungkin dari hasil berjalan di tengah terik panas seperti ini yang ia lakukan setiap hari tanpa menegnal hari libur (kita aja yg ada hari liburnya masih mengeluh terus)....

Setelah bapak itu berlalu....saya membayangkan sendiri berapalah yg bapak itu dapat dari hasil berjualan seharian....apakah cukup untuk membiayai hidup dikota yg memang biaya hidupnya lebih tinggi dari kota2 lain di negeri ini...Mungkin uang yang dia dapat tadi hanya cukup untuk makan siang hari ini saja...atau bahkan ia tidak mendapatkan uang sama sekali di hari2 lainnya sehingga tidak ia pun mau tidak mau hanya bisa menelan ludah.

Saya merenung sendiri.... jika ingin makan langsung pergi ke tempat mana yg suka (mau ke KFC or restoran2 lainnya) ....dan kalau mau berjalan tinggal menaiki sepeda motor saja tanpa perlu berjalan kaki di panas yang terik seperti bapak tadi.....
Terlintas pertanyaan di kepala saya..."apakah hamba-Mu ini sudah cukup bersyukur atas rezeki yg telah Engkau limpahkan ya Rabbi...?" atau hamba-Mu ini termasuk orang yg telah kufur atas nikmat yg telah Engkau berikan (membiarkan saudaranya kesusahan sementara ia berada dalam kelebihan..)?

0 Comments:

Post a Comment

<< Home