Saturday, February 25, 2006

My Milad..

I am 24 years old now (23 Feb).....

Sejujurnya sedari kecil aku tidak terbiasa dengan namanya ulang tahun itu. Pun aku juga tidak dibiasakan oleh ibuku (thanks to my mom...). Tidak pernah ada pesta, tidak ada pula kue tart dan acara tiup lilin-nya...Aku tidak menyesali semua itu bahkan aku bersyukur dilahirkan di tengah2 keluarga sederhana yang tidak melakukan ritual2 seperti itu....

Tapi satu yang kuingat dengan bertambahnya usiaku sudah berapa banyak aku bermanfaat bagi orang lain ???. Jangan2 dengan kehadiranku selama ini bukan memberi manfaat terhadap orang lain malahan mungkin banyak memberikan kemudharatan atapun kesulitan terhadap orang lain baik secara sengaja atau pun tidak telah aku lakukan ( aku mohon maaf terhadap semua orang yg telah terzalimi oleh semua perbuatan dan tingkah laku aku selama ini....)


S'moga disisa umur yang masih diberikan Allah ini aku masih bisa mengisinya dengan lebih bermanfaat bagi diriku dan orang lain...
Sejujurnya aku lebih mengharapkan batuan do'a dari teman2 semuanya daripada kado yang walaupun harganya begi wah.....
Karena sebait do'a itu lebih bernilai sepanjang hidup....daripada semua materi yang ada di dunia ini....

Sunday, February 12, 2006

Makan siang

Teriknya panas disiang itu mungkin membuat kita enggan untuk berjalan keluar dari rumah.Lebih adem dan nyaman untuk duduk dan beridam di dalam rumah saja sambil nonton tv dan minum teh obeng. Tapi karena perut sudah sedemikian laparnya maka saya pergi juga makan ke sebuah rumah makan padang (maklum anak kos...). Walaupun cuaca tidak bersahabat dengan malas2an saya hidupkan juga mesin motor sambil meringis kepanasan...."alamak panasnya dunia ini" (salah sendiri sih...kemarin pas musim hujan minta panas, sekarang pas sudah panas minta hujan....memang manusia tidak pandai bersyukur). Disaat sedang makan, ada seorang bapak2 penjaja maenan keliling dgn gerobaknya yg juga makan tak jauh beberapa meja dari saya. Sekilas saya perhatikan wajah bapak yg mungkin usianya mungkin sebaya dgn bapak saya. Dari wajahnya terlihat bahwa ia sudah begitu lelah dan kehausan setelah membawa gerobaknya melewati beberapa kompleks perumahan.Entah sudah berap jauh ia berjalan dan entah sudah berapa kompleks perumahan yang ia lewati...(pasti capekkkkk sekaaallllliiii...). Tidak terbayangkan kalau seandainya bapak itu adalah orang tua saya sendiri..

Didalam hati saya berniat untuk membayarkan makan siang bapak tersebut (kasian aja ngeliat bapak itu...mungkin dagangannya blom ada yg laku...atau kalaupun sdh laku mungkin hanya cukup untuk hari ini saja)...tetapi bapak tersebut telah selesai lebih dahulu daripada saya dan ia langsung membayar makannya di kasir. Sekilas saya perhatikan ia mengeluarkan beberapa lembar ribuan dari dalam kantongnya dan memang hanya uang dengan nominal ribuan saja yg ada di dalam genggamnya (bandingkan dengan dompet kita yg dijejali dgn uang pecahan 50 ribuan dan 100-ribuan)..mungkin dari hasil berjalan di tengah terik panas seperti ini yang ia lakukan setiap hari tanpa menegnal hari libur (kita aja yg ada hari liburnya masih mengeluh terus)....

Setelah bapak itu berlalu....saya membayangkan sendiri berapalah yg bapak itu dapat dari hasil berjualan seharian....apakah cukup untuk membiayai hidup dikota yg memang biaya hidupnya lebih tinggi dari kota2 lain di negeri ini...Mungkin uang yang dia dapat tadi hanya cukup untuk makan siang hari ini saja...atau bahkan ia tidak mendapatkan uang sama sekali di hari2 lainnya sehingga tidak ia pun mau tidak mau hanya bisa menelan ludah.

Saya merenung sendiri.... jika ingin makan langsung pergi ke tempat mana yg suka (mau ke KFC or restoran2 lainnya) ....dan kalau mau berjalan tinggal menaiki sepeda motor saja tanpa perlu berjalan kaki di panas yang terik seperti bapak tadi.....
Terlintas pertanyaan di kepala saya..."apakah hamba-Mu ini sudah cukup bersyukur atas rezeki yg telah Engkau limpahkan ya Rabbi...?" atau hamba-Mu ini termasuk orang yg telah kufur atas nikmat yg telah Engkau berikan (membiarkan saudaranya kesusahan sementara ia berada dalam kelebihan..)?

Monday, January 30, 2006

Tahun Baru....

Dulu ketika saya masih kecil2 dan masih mengaji di kampung...saya selalu teringat bahwa nenek dan orang2 tua lainnya di kampung sangat hapal dengal penanggalan hijriah...Mereka tahu sekarang ini tanggal berapa dan bulan apa...bahkan pernah saya tanya nenek tentang suatu peristiwa...beliau selalu menjelaskannya dengan menyebutkan penaggalan hijriah dan beliau tidak begitu peduli dengan penanggalan yg lazimnya digunakan oleh orang sekarang ini..

Namun sekarang hal itu sudah mulai dilupakan oleh sebagian orang..mereka lebih mengenal penaggalan masehi...coba saja kita tanyakan kepada orang yg betemu di Masjid sehabis shalat ju'mat..apakah mereka tahu tanggal berapa sekarang dalam kalender hijriah....??
Mereka lebih tahu bahwa tgl 14 Februari itu hari valentine....
Coba tanya .....tgl berapa rasulullah lahir...tanggal rasulullah wafat....mungkin banyak yang akan menggelengkan kepala..

Termasuk diri ini sendiri yang lebih sering menggunakan penanggalan masehi sehingga sering melupakan penanggalan kita sendiri...padahal dengan semakin canggihnya teknologi seperti sekarang ini saya sudah menginstall program "Hijri Calendar" di PC saya...tetapi tetap saja tidak pernah mengingat tanggal berapa dan bulan apa sekarang....

Disaat pergantian tahun masehi ribuan orang beramai-ramai memperingatinya......mereka mengucapkan Happy New Year....Bahkan saya banyak menerima sms dari teman yg juga turut mengucapkan hal itu.....saya sedikit miris hanya membalasnya....maaf saya tidak ikut merayakan...

Barangsiapa yg menyerupai suatu golongan...maka mereka termasuk golongan itu.....

Demikian juga ketika tahun baru imlek.....para etnis tionghoa juga meramaikan dan memeriahkan tahun baru mereka dengan mengucapkan Gong Xi Fa Chai.... dengan dimeriahkan oleh kesenian barongsai....

Tetapi ketika tahun baru islam...apakah ada diantara kita yang memeriahkannya...atau pun sekedar mengirimkan sms kepada sahabat2 dan saudara2 kita...?
Ah....mungkin mereka sama sekali tidak ingat...atau bahkan melupakannya...yg mereka tahu mungkin hanya besok tanggal merah sehingga bisa istirahat di rumah tanpa harus pergi bekerja ke kantor....

Kita memang tidak perlu memperingatinya seperti peringatan tahun2 baru yg lainnya yang hanya berujung pada hura2 dan berbagai kemubaziran...tapi dalam memasuki tahun baru itu kita hendaklah mengintrospeksi diri ini....
Seberapa banyak shalat yg kita tinggalkan...?
Seberapa banyak tetangga yg kita sakiti...?
Seberapa banyak penghasilan kita yg tidak kita keluarkan zakatnya...?

Ah...mungkin diri ini lebih banyak melakukan dosa ketimbang ibadah kepada-Mu ya Rabbi.....
S'moga di tahun yang akan datang hamba-Mu ini lebih menigkatkan ibadah kepada-Mu...

" Selamat Tahun baru Hijriah 1 Muharram 1427H"

Hari ini lebih buruk dari hari kemarin adalah orang yg celaka...
Hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang merugi....
Hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yg beruntung.....

Termasuk golongan manakah kita....?

Pedulikah kita..?

Alangkah indah dan nyamannya pagi hari di saat berangkat kerja tanpa kemacetan...
Itulah yang sering saya ungkapkan didalam hati...mungkin juga oleh setiap orang yg akan berangkat kerja di pagi hari..terutama di kota2 besar...
Walaupun saya tinggal di kota yg tidak terlalu padat dan besar seperti Jakarta..tetapi kemacetan tetap saja ada...apalagi tinggal di Jakarta...wah gak sanggup saya rasanya...

Menjelang jam 8 pagi setiap jalan dipenuhi oleh kendaraan dengan berbagai tingkah laku pengemudinya...Ada angkot2 yg dengan seenaknya berhenti di tengah jalan tanpa memperhatikan kendaraan di belakangnya yg mau lewat....ada pengendara sepeda motor yg kebut-kebutan....wah gak tau lagi deh pokoknya semrawut banget...
Mereka hanya mementingkan diri mereka masing-masing...tanpa memikirkan keselamatan orang lain....Sering juga saya dengar selentingan dari beberapa mulut pengguna jalan...ah peduli amat...belum tentu juga orang lain itu peduli sama saya..

Apakah mungkin kepedulian kita terhadap orang lain memang sudah tidak ada..?

Friday, January 27, 2006

Hujan..(Berkah atau bencana..?)

Yah hujan lagi...begitu biasanya celoteh saya jika tiba-tiba hari hujan ketika saya akan berangkat kerja. Terkadang saya berfikir sendiri kenpa kita selalu menyalahkan hujan yang turun...Mungkin kita ini terlalu egois yang hanya mementingkan diri kita sendiri..Padahal mungkin disisi lain dari daerah kita banyak para petani yang sangat mengharapkan hujan untuk turun untuk mengairi sawah dan tanaman mereka.

Bagi kebanyakan warga yang tinggal di daerah perkotaan memang hujan selau menjadi momok yang menakutkan seperti sebuah monster..karena biasanya hujan selalu diikuti oleh banjir..seperti yang kemarin barusan terjadi di kota tempat saya bernaung mencari nafkah..

Ketika banjir tiba kita hanya menyalahkan hujan turun terus menerus sebagai penyebabnya...padahal dari zaman dahulu hujan tidak pernah ada yang mengaturnya..mau turn sampai satu minggu terus menerus atau bahkan lebih lama lagi..tidak pernah ada yang merisaukan akan terjadinya banjir..krn yang paling perlu kita sadari bahwa HUJAN ITU BUKAN PENYEBAB BANJIR..dan hujan itu adalah berkah bagi manusia dan makhluk lainnya di muka bumi ini..

Yang menyebabkan banjir itu sendiri mungkin salah satunya adalah kita...Tanpa kita sadari kita merubah bukit yang tadinya hijau menjadi kawasan perumahan...
Seharusnya kita patut bersyukur bisa hidup di negri yang hijau dan subur ini yang membuat banyak bangsa ingin memilikinya...
Atau mungkin rasa syukur kita itu sendiri yang sudah tidak ada lagi...?

Jika engkau pandai bersyukur maka akan Ku-tambah nikmat-Ku
dan jika engkau ingkar maka tunggulah adzab-Ku sangat pedih....

Tuesday, December 27, 2005

Kemegahan Dunia

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan
janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu
mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat
neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul
yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang
kamu megah-megahkan di dunia itu) (At-Takatsur 1-8).

Latar-belakang turunnya ayat ini (asbabun nuzul) ketika dua qabilah (suku)
Anshar yakni Bani Haritsah dan Bani Harts yang saling menyombongkan diri tentang
kekayaan dan keturunannya. Kemudian Allah swt memperingatkan manusia tentang
kebiasaannya yang bermegah-megahan dengan dunia dan lalai untuk mengingat Allah
swt.

Tiga (3) kali Allah swt memperingatkan manusia untuk tidak bermegah-megahan
(ayat 1), yakni pada ayat 3, 4 dan 5. “Kalla saufata’lamuun” (janganlah
begitu, kelak kamu akan mengetahui), maksudnya bermegah-megahan dengan dunia dan
melalaikan beribadah kepada Allah swt. Hal ini dapat kita pahami bahwa betapa
berbahayanya jika manusia bermegah-megahan dalam hal harta, keluarga dan
jabatan, sehingga Allah swt memperingatkannya berulang-kali. Bukankah jika anda
berulang-kali memperingatkan seseorang, “Jangan lakukan!, jangan lakukan!”,
menunjukkan kekhawatiran anda atas bahaya yang akan menimpa orang tersebut.

Manusia sering lupa untuk mengingat Allah swt dan sibuk mengurus hartanya,
mereka sadar bahwa harta tidak bermanfaat baginya setelah masuk kubur (ayat 2).
Karena harta yang dimilikinya hanya melalui 3 jalan saja:
1. Yang dimakan kemudian habis
2. Yang dipakai kemudian usang/rusak
3. Yang disedekahkan dijalan Allah swt

Seorang hamba akan mengatakan, “Hartaku!, hartaku!, Padahal yang menjadi
hartanya itu hanyalah yang dia makan kemudian habis dan yang dia pakai kemudian
usang dan yang dia sedekahkan, maka akan terus mengalir. Selain itu akan sirna
dan ditinggalkan untuk orang lain (HR Muslim).

Harta yang pertama dan kedua tidak bermanfaat baginya di yaumil akhir, sedangkan
harta yang ketiga merupakan bekal untuk menghadap Allah swt. Selain itu bukan
hartanya, ketika ia meninggal maka rumah, mobil, tanah, emas dan berlian adalah
harta ahli warisnya, ia hanya bertugas mengumpulkan dan menyerahkan kepada
pemilik sebenarnya. Sehingga betapa ruginya orang yang korupsi, ia mencari harta
dengan cara yang haram, ia tanggung dosanya, tetapi orang lain yang
menikmatinya.

Dan ketika ia meninggal maka diantar oleh tiga hal dan hanya satu yang kembali,
ia diantar oleh harta, keluarga dan amalnya. Harta dan keluarga akan kembali,
sedangkan amal (baik atau buruk) yang menemaninya hingga ke liang kubur. Mobil
yang mengantar jenazahnya betapapun bagusnya, tidak akan ikut dikubur
bersamanya. Keluarga betapapun sedih ditinggalkan, tidak akan mau dikubur
bersamanya.

Jadi, jika saat ini kita memiliki harta yang berlimpah maka belum tentu harta
itu milik kita karena bisa jadi milik ahli waris, maka bersegeralah
membelanjakannya dijalan Allah swt agar menjadi harta yang bermanfaat bagi kita.
Tunaikanlah zakat, laksanakanlah haji, bantu fakir miskin, sumbangkan untuk
da’wah, bantu pembangunan masjid, dll. Bukan berarti harta tersebut
diserahkan semuanya sehingga ahli waris melarat ditinggalkan dan menjadi beban
orang lain, tetapi kita harus pintar memanfaatkan harta agar bermanfaat dan
menjadi bekal akhirat nanti.

Jika masih sibuk bermegah-megahan dengan dunia dan melalaikan beribadah kepada
Allah swt, maka Allah swt menjanjikan neraka jahim (ayat 6) dan janji Allah swt
pasti adanya! Dan Allah swt mengulangi lagi ancaman pada ayat 7, kamu
benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin, sehingga ayat ini berupa
“ancaman setelah ancaman”

Nanti di yaumil akhir Allah swt akan menanyakan atas nikmat yang telah
diberikan-Nya digunakan untuk apa (ayat 8), bersyukur kepada-Nya dengan
beribadah atau malah melupakan-Nya. Karena pada intinya manusia diciptakan Allah
swt untuk beribadah kepada-Nya sebagai wujud rasa syukur, karena Allah swt tidak
butuh atas ibadah yang kita lakukan tetapi kitalah yang membutuhkan pertolongan
Allah swt.

Aku ciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembah-Ku (Adz-Dzaariyat 56)

Dan dua nikmat yang paling sering kita lupakan adalah kesehatan dan waktu luang
(HR Bukhari, Tirmidzi, Nasaâi dan Ibnu Majah). Coba saja, kita merasa lebih
dekat kepada Allah swt ketika sakit, kita sadar untuk memperbanyak ibadah ketika
sudah tua. Ketika saat sehat dan muda kemana saja?